Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2022

Keresahan hati

 Terkadang jiwa kita yang merana ini, butuh tempat untuk berkeluh kesah. Walau kita tahu Yang Kuasa adalah sebaik-baik tempat.  Tapi mengungkapkan adalah sifat dasar wanita, yang perlu dilisankan pun diutarakan. Maka tempat ini adalah pelarian terbaik dari sebuah kepercayaan.  Terkadang sulit untuk bercerita, karna seringkali respon yang kita terima tak sesuai dengan yang kita harapkan. Niat hati agar lega tapi yang terjadi adalah kekecewaan. Maka tempat ini adalah sebaik-baik tempat meluapkan perasaan, tanpa harapan apapun, biarlah aku dan Allah yang jadi saksi setiap tulisan ini.  Ada keresahan-keresahan yang mengganggu hati, tetapi kembali ingat sabar adalah jalan terbaik dari setiap liku hidup ini. Mungkin dengan kesabaran sebab Allah tinggikan derajat kita nanti.  Di usia yang menginjak 25 ini, aku merasa galau, bimbang, dan gundah gulana. Separuh energi digunakan untuk bekerja dan separuh lagi digunakan untuk memikirkan perihal jodoh.  Jujur aja kayan...

Cerita diriku

Cerita diantara  Dalam keraguanku yang tak menemukan jawaban dari semua pertanyaan, membawaku pada satu pertanyaan lagi tentang kita. Tentang yang ada diantara kita.  Apakah kita adalah dua orang yang lebih cocok berteman dalam berbagi cerita? Dan bukan teman hidup yang melengkapi cerita?  Diantara dua pilihan tersebut aku meraba. Mungkinkah pilihan pertama adalah jawaban, yang berarti harus mulai kupersiapkan agar hati ini lebih lapang menerima keadaan, lebih bisa mengontrol perasaan yang mungkin saja telah datang, tanpa diundang.  Sejauh ini belum kulihat adanya tanda di pilihan kedua, belum kulihat keseriusan dari dirimu. Seandainya ada lelaki lain yang datang padaku, aku akan terbuka dengannya, tidak menutup kemungkinan antara aku dan kamu hanya orang-orang yang melewatkan satu sama lain.  Pernah kucoba membayangkan aku dan kamu yang berada dalam satu atap yang sama, memandang tanpa takut ketahuan, berbisik tanpa peduli orang lain, memeluk tanpa menyadari ta...

Terlewatkan

Yang terlewatkan  Akankah aku jadi yg kamu lewatkan?  Saat ini ku berharap kaulah tempatku pulang Tempatku tuk bersandar  Berbagi cerita dan canda tawa  Akankah aku jadi yg kamu lewatkan?  Nyatanya tak kunjung kau beriku kepastian Membuatku bertanya-tanya  Kemana semua bermuara  Akankah aku jadi yg kamu lewatkan?  Yang dahulu kau berikan segala Tapi satu yang kuminta  Tak jua kau kabulkan  Atau akukah yang melewatkanmu?  Seakan tak memperjuangkan dirimu  Seakan semua baik saja tanpamu  Seakan aku bisa hidup tanpa candamu  Nyatanya obrolan kita adalah candu  Tawamu membuat jantungku tak menentu Senyummu mengalihkan duniaku  Bersama denganmu seolah resolusi terbaikku  Tapi kita tak pernah tahu Dititik mana kita kan bertemu  Apakah semua kebersamaan kita kan pudar bersama waktu  Atau itukah yang kan kita kenang bersama anak cucu  Dari aku,  Yang mungkin terlewatkan,  Atau melewatka...

Rindu

Rindu Akankah sampai perasaan ini padamu?  Perasaan rinduku ingin bertemu  Berkeluh kesah berjam-jam di depanmu  Menumpahkan seluruh diriku padamu  Akankah sampai perasaan ini padamu?  Yang ku panggil dalam setiap doaku Yang kuharap pesannya masuk di hpku Yang kuharap tawanya hilangkan resahku Akankah sampai perasaan ini padamu?  Tawa dari setiap bincangmu dan diriku Cerita yang lepas dari lubuk hatiku  Ucapan selamat yg menghiasi malamku  Akankah sampai perasaan ini padamu?  Kala tawa tak sampai diujung wajahku  Kala cerita hanya terbatas diujung lidahku Kala canda hanya sebatas anganku  Karena ternyata hariku tak sama  Dengan ada atau tidak ada dirinya Ada yang hilang tapi rindu untuk dikenang  Ada keinginan tapi sulit untuk ungkapkan Akankah sampai perasaan ini padamu?  Perasaan rindu yang sama denganku?  Salam rindu,  Untuk kekasih hatiku,  Dari aku yang menantimu  Xoxo  

Penantian

 Penantian Dalam waktu yang panjang  Ku nanti ia di ujung senja  Menyanyikan sebuah dendang  Tentang bahagia  Dalam waktu yang panjang  Ku perbaiki diri menjadi wanita sholeha  Berharap ketika ia datang  Aku siap menjadi perhiasan baginya  Dalam waktu yang panjang  Ku sanding Yang Kuasa dalam jiwa  Merasuk ke kalbu hingga ke relung  Mendekapnya dengan seluruh nafas dan udara  Dalam waktu yang panjang  Kuyakinkan diriku sekali lagi  Bahwa Yang Kuasa punya caranya  Menjadikanku satu-satunya  Dalam waktu yang panjang  Kuyakinkan diriku  Bahwa Yang Kuasa selalu merindukanku  Yang berdoa, meminta dan menangis di sepertiga malamnya  Dalam waktu yang panjang  Ku luaskan hatiku  Ku panjangkan sabarku  Ku yakinkan sekali lagi dalam hatiku  Bahwa Dia sedang persiapkan yang terbaik untukku  Yang datang dengan cinta  Yang mengayom dengan iman, taqwa dan sayang ...