Cerita diriku

Cerita diantara 


Dalam keraguanku yang tak menemukan jawaban dari semua pertanyaan, membawaku pada satu pertanyaan lagi tentang kita. Tentang yang ada diantara kita. 
Apakah kita adalah dua orang yang lebih cocok berteman dalam berbagi cerita? Dan bukan teman hidup yang melengkapi cerita? 

Diantara dua pilihan tersebut aku meraba. Mungkinkah pilihan pertama adalah jawaban, yang berarti harus mulai kupersiapkan agar hati ini lebih lapang menerima keadaan, lebih bisa mengontrol perasaan yang mungkin saja telah datang, tanpa diundang. 

Sejauh ini belum kulihat adanya tanda di pilihan kedua, belum kulihat keseriusan dari dirimu. Seandainya ada lelaki lain yang datang padaku, aku akan terbuka dengannya, tidak menutup kemungkinan antara aku dan kamu hanya orang-orang yang melewatkan satu sama lain. 

Pernah kucoba membayangkan aku dan kamu yang berada dalam satu atap yang sama, memandang tanpa takut ketahuan, berbisik tanpa peduli orang lain, memeluk tanpa menyadari tatapan orang lain. Merasa dunia hanya milik kita berdua. 

Pernah kucoba membayangkan bayi-bayi mungil nan menggemaskan yang mungkin melengkapi kebahagiaan keluarga kecil kita. Wajah-wajah yang mirip aku atau kamu, yang lucu dan menjadikan kita utuh, cukup dan berharga. 

Nyatanya itu semua hanya bayanganku, imajinasi liarku semata. 
Pada akhirnya, kita tidak tahu kemana Yang Kuasa kan takdirkan kita. Segala keputusan ada di tangan Nya. 


Teruntuk diriku, janganlah patah semangat dalam berdoa, usaha terus dilakukan, waktunya menguatkan segala doa. Jangan bosan untuk terus melangitkan doa, karna kita tidak tahu, saat yang seperti apa doa kita kan terjawab, tapi satu yang harus selalu kita yakinkan bahwa Yang Kuasa sedang mencoba mempertemukan kita dengan yang terbaik untuk kita sesuai standar Nya, sesuai kebutuhan kita. 

Teruntuk diriku, jangan iri apalagi dengki dengan teman-teman yang lebih dulu menemukan rumahnya. Boleh jadi rumahmu akan lebih bagus dan nikmat dibanding mereka, boleh jadi imam dan kepala rumah tanggamu lebih dekat membawamu ke jannah Nya. Mencapai sakinah, mawaddah dan rohmah yang sesuai petunjuk Nya. Yang mampu menghiasi rumah kami dengan cahaya iman, dengan kenikmatan yang Allah limpahkan atas kami. 

Teruntuk diriku, mungkin ini menjadi jalan kebaikanmu untuk segala kesabaranmu dalam menanti hadirnya ia, mungkin ini menjadi jalan Allah ingin mendengar segala doamu, mendengar segala ceritamu, Dia sedang ingin kau sanjung, puji, dan lebih terbuka kepadanya. Boleh jadi dia ingin membuatmu lebih kokoh dengan kesabaran ini, karena rumah tangga yang akan kami lalui tidak lepas dari problematika, oleh sebab itu Dia sedang mempersiapkanmu untuk bekal tersebut. 

Teruntuk diriku, segala yang ada dalam hidupmu adalah anugerah, syukurilah dengan segenap jiwa, setulus hati dan setiap hembusan nafas. Karena Allah tahu kamu selalu memberikan yang terbaik untuk dirimu, untuk keluargamu, untuk orang-orang terdekatmu. Oleh sebab itu, Allah ingin yang datang kepadamu juga orang yang terbaik, yang sama baiknya atau bahkan lebih baik daripada dirimu, yang selalu menunjukkan jalan kebaikan dan cinta yang berlimpah kepada dirimu. 

Teruntuk diriku, segala payah dan upaya mu tidak akan sia-sia, sebab selama ini Allah selalu melindungi dirimu dari kesia-siaan, tak sadarkah dirimu? 

Teruntuk diriku, mungkin aku hanyalah wanita biasa, tapi aku akan terus berusahan memperbaiki diri dijalan Nya, pun demikian. Mungkin dia yang kau tunggu pun sedang berusaha untuk terus memperbaiki diri untuk siap bertemu kamu. 
Sabar ya.. yakinlah selalu Allah sedang persiapkan yang terbaik, yakinlah bahwa penantianmu sebentar lagi kan berakhir, yakinlah bahwa Dia sedang mengatur semesta untuk mempertemukanmu dan dia. Yakinlah, selalu akan ada kemudahan setelah kesulitan karna sesungguh kepada Allah semua berharap. 



I love myself 🤗
Semangat terus yaa 

Komentar