Kontemplasi
Dalam setiap fase perenunganku seringkali kutemukan pertanyaan-pertanyaan yg terus menggangguku. Mulai dari apa sih yg mau aku lakukan dihidupku? Apa tujuan hidupku? Cita-cita atau harapan apa yg aku punya dan miliki dalam waktu dekat ini?
Jujur, aku ngerasa udah cukup waktunya melepas masa lajang. Tapi aku juga sedang menimbang akankah kamu adalah orang yang tepat untuk menjadi tempatku pulang? Kamu yg masih bimbang dan aku yang merasa matang.
Akankah tujuan yg kita lihat sama? Apakah masa depan yg kita lihat saling bertautan? Kemana kau mau bawa aku? Ke lautan luas atau ke negeri antah berantah?
Tidak masalah bagiku kemana kan kita tuju, selama itu bersama kamu dan tujuan kita satu. Tapi sampai detik ini, aku masih belum tau kemana segala cerita kan bermuara. Akankah aku yang kau lihat di masa depanmu? Apakah kamu pernah berpikir atau setidaknya memikirkan, untuk menseriusi aku?
Segala tentang kamu seperti kelabu
Tidak putih pun hitam, hanya bayangan abu yang mampu kutangkap.
Aku selalu meyakini bahwa akan ada jalan dari setiap cobaan dan ujian, dan saat ini ujianku adalah apakah harus kuteruskan langkah walau tak tau arah? Atau aku berhenti disini? Dipersimpangan yang masih bisa kupilih, sebelum segalanya menjadi terlambat dan hatiku terlanjur tertambat.
Rasanya tak sanggup, tapi selalu kuyakinkan diri, mari beri waktu untuk berpikir, cari waktu yang pas untuk kemudian kita pahami kembali, memberi jeda untuk setiap langkah yang belum pasti, walau berat dan perih tapi harus selalu yakin, bahwa ini mungkin jalan terbaikNya untuk memberi pelajaran pada kita.
Akankah ini menjadi jalan terbaik?
Komentar
Posting Komentar