Seuntai rindu untuk dirimu

 Kekasihku, rasanya baru kemarin kita bergurau, bercanda tertawa bersama, lalu saat ini kita sudah kembali menabung rindu. 

Dirimu dekat, tapi rasanya begitu jauh. Jalan yang kita pilih begitu berat tapi selama ini membawaku dan dirimu dijalan taat akan aku jalani walau dengan godaan dan keinginan kian berat untuk segera berjumpa. 

Inginku cepat, berlalulah waktu, tibalah segera. Tapi lagi-lagi dirimu yang kutunggu sedang bersiap-siap untuk berlabuh. Apa dayaku, nyatanya dirimu memang butuh waktu.

Tak pernah ada benci dalam hatiku, selalu kusiapkan tempat terbaik untuk kau ke pelukanku. 

Sayangku.. sungguh rindunya diriku, berat sekali rasanya beban ini untuk kutanggung. Datanglah segera sayang, rasanya sebulan berlalu begitu lamban saat kita berpisah. 

Biasanya pesan whatsApp menjadi pengobat kala rindu menghampiri dan kan kukatakan dengan setulus hati bahwa aku rindu. Tapi kali ini, tak ada pesan whatsApp, tak ada interaksi, tak ada sapaan hangat dan tak ada obrolan ringan. Mencari sependar cahaya untuk tetap berada di jalan taat, walau keputusan terberat adalah membatasi interaksi dan berhenti. 

Tak tahu berapa lama ku harus menanti, tak bisa pula ku berpaling, karna hatiku sudah penuh terisi akan diskusi panjang kita yang tiada henti. 

Semoga kau segera hadir untuk melengkapi, insyaAllah ini jalan terbaik yang harus dilewati. 

Karna seperti katamu, demi terwujudkan rindu yang subur ini. Biarkan doa-doa yang kulangitkan menjadi obat penawar rindu, biarkan rayuanku pada sang pemilik hati menjadi kunci akan langkah yang akan kita nanti, dan semoga ridhoNya selalu menjadikan langkah kita penuh berkah, insyaAllah.. 

Komentar