Tentang aku

Kemarin aku baru belajar watak. Dan aku temukan satu hal selain ke-introvert-an ku ternyata watakku adalah plegmatis, melankolis. Ga heran si plegmatis ini orangnya ngantukan, karna separuh energinya udah digunakan untuk menahan emosi. Aku jadi sadar kenapa aku ga pernah marah bahkan saat anak-anak dikelas terasa sulit untuk dibilangin, aku menyimpan emosi tersebut dalam diri, cenderung mengingkan kedamaian, makanya rasanya ba'da magrib aja aku udah ngerasa capek, lelah dan ingin tidur. Ternyata aku si plegmatis. 

Terus melankolis pula, cenderung ingin rapi dan disiplin, tidak menyukai spontanitas dan lebih suka terencana. Bagiku selama bisa kurencanakan supaya lebih nyaman perjalanan kenapa mesti serba spontan? Tapi bukan berarti aku ga suka spontanitas, kadang aku juga random kok orangnya, kerandoman adalah bentuk spontanitas bukan?

Terus mungkin pengaruh lingkungan membuatku sedikit sanguinis yang gembira dan ramah, juga sedikit koleris yang kadang ingin serba cepat alias satset, makanya ga heran temen-temenku suka bilang aku jangan terlalu satset, karena nanti pasti akan diandalkan. Dan begitulah benar adanya. Aku jadi seolah diandalkan pada setiap kegiatan. Walaupun aku pun tidak merasa keberatan, selama partner ku adalah orang yang menyenangkan. 

Akibat dari watak melankolis ini, kayanya berpengaruh banget sama aku, kadang kalo sedih aku bisa berlarut-larut, kepikiran berminggu-minggu, walau kemudian aku juga bisa melepaskan tapi ya itu tahapannya tuh seolah bener-bener aku resapi dan sadari untuk kemudian bisa aku lepasin. 

Tapi satu nih yang masih jadi pr aku, mengenyahkan pikiran dari seorang lelaki yang namanya dimulai dengan huruf A dan terdiri dari 10 huruf. 
Sungguh menyebalkan karena membuat aku terus memikirkan, apa kesalahan yang sudah kubuat? 
Sungguh menyebalkan karena membuatku terus memikirkan, setiap memori tentang dirinya. 
Sungguh menyebalkan dan sangat menyebalkan. 

Komentar