Ibu
Ibuku, teman perempuanku satu-satunya didalam rumah. Dengannya biasa ku berkeluh kesah. Menangis dipeluknya, atau tertawa karenanya.
Ibuku, yang hatinya sungguh lembut, yang tuturnya seringkali membuatku rindu. Kepadanya aku seringkali mengadu.
Ibu, dirimu yang tidak pernah menyusahkan anak-anakmu membuatku berpikir sudahkah aku berbakti kepadamu? Pernahkah kau sakit hati oleh ucapanku? Oleh tingkah lakuku?
Ibu, kebaikan yang selalu kau ajarkan kepadaku, kini kuterapkan dalam keseharianku. Membuatku terus berniat, bahwa aku berharap kebaikan yang kulakukan ini untuk dirimu. Agar kelak ketika aku sedang tak bersamamu, dan kau butuh bantuan akan ada orang lain yang membantumu menjadi perantaraku.
Ibu, mungkin sedikit banyak wajahku menyerupai bapak, tapi tak sadarkah kau bahwa sifatku hampir persis dirimu? Aku seperti melihat fotokopi dalam dirimu. Tak pernah marah, hatinya senantiasa lapang, polos dan selalu tersenyum. Mungkin begitu beberapa teman melihatku.
Ibu, doakanlah aku selalu, putrimu satu-satunya, yang hatinya sungguh mudah menangis ini, supaya kelak Allah karuniakan aku pasangan yang terbaik, yang membimbingku menuju jalan, langkah, ridha dan cinta-Nya. Yang sayang kepadamu layaknya aku mencintaimu karena Allah.
Ibu, aku tahu tanpa dimintapun kau akan selalu mendoakan kami anak-anakmu, tapi ibu ridho lah kepada kami, agar Allah senantiasa ridho kepada kami. Maafkanlah salah dan khilaf kami. Maafkanlah segala kelirunya kami dan kurangnya kami sebagai anak-anakmu.
Ibu, betapa banyak aku menyusahkan dirimu, tapi masih luasnya hatimu untuk memaafkan dan mendoakanku.
Komentar
Posting Komentar